Pengertian Umum Tentang Perbankan Menurut Ahli

Pengertian Umum Tentang Perbankan Menurut Ahli

Pengertian Umum Tentang Perbankan
Bank sebagai lembaga keuangan yangberfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary) yaitu menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk kredit.
Menurut UU RI No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang dimaksud dengan bank adalah “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk Simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan/atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat”.
Menurut Kasmir (2010:11), mengatakan pengertian bank adalah :
Lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya.
Berdasarkan definisi bank tersebut dapat dijelaskan bahwa bank dalam memberikan usaha terutama dalam bentuk simpanan yang merupakan sumber dana bank, demikian juga dengan sisi penyaluran dananya, hendaknya bank tidak semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya bagi pemilik bank tetapi juga kegiatannya itu harus pula diarahkan pada taraf hidup rakyat banyak. Dan bank menjalankan fungsinya yang terkait dengan pengumpulan dana, pengalokasian dana, serta penyediaan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran. 
Jenis-Jenis Bank
Kegiatan utama bank bank sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dan menyalurkan dana dari masyarakat tidak terlalu beda satu sama lain. 
Menurut Kasmir (2010:20), jenis-jenis bank dapat dibagi menjadi :
1. Dilihat dari segi fungsinya
  1. Bank Umum
  2. Bank Pembangunan
  3. Bank Tabungan
  4. Bank Pasar
  5. Bank Desa
  6. Lumbung Desa
  7. Bank Pegawai
2. Dilihat dari segi kepemilikannya
a. Bank Milik Pemerintah
Dimana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah pula.
b. Bank Milik Swasta Nasional
Merupakan bank yang seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya diambil oleh swasta pula.
c. Bank Milik Asing
Merupakan cabang dari bank yang ada diluar negeri, baik milik swasta asing maupun pemerintah asing suatu Negara.
d. Bank Milik Campuran
Merupakan bank yang kepemilikan sahamnya dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Dimana kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga Negara Indonesia.
3. Dilihat dari segi status
a. Bank Devisa
Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan.
b. Bank Non Devisa
Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa.
4. Dilihat dari segi cara menentukan harga
a. Bank yang berdasarkan Prinsip Konvensional
Menetapkan bunga sebagai harga jual, menggunakan atau menerapkan berbagai biaya-biaya dalam nominal atau persentase tertentu.
b. Bank yang berdasarkan Prinsip Syariah Menerapkan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain.
Berdasarkan jenis-jenis bank dapat dijelaskan bahwa bank terbagi kedalam beberapa bagian, hal ini dikarenakan spesifikasi bank dalam jalur lalu lintas keuangan. Perbedaan jenis perbankan dapat dilihat dari segi fungsi, kepemilikan dan dari segi menentukan harga. Dari segi fungsi perbedaan yang terjadi terletak pada luasnya kegiatan atau jumlah produk yang dapat ditawarkan maupun jangkaun wilayah operasinya. Kemudian kepemilikan perusahaan dilihat dari segi kepemilikan saham yang ada serta akta pendiriannya. Sedangkan dari menentukan harga yaitu antara bank konvensional berdasarkan bunga dan bank syariah berdasarkan bagi hasil.
3. Usaha-Usaha Bank
Menurut Syamsu Iskandar (2008:29), usaha-usaha bank umum meliputi :
  1. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  2. Menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit modal kerja, 
  3. kredit investasi, dan kredit konsumtif.
  4. Memberikan jasa lainnya dalam bentuk transfer atau pengiriman uang, kliring, jual beli valuta asing, menerbitkan referensi bank, bank garansi, L/C dan surat kredit berdokumenter, inkaso, safe deposit box, dan jualbeli surat-surat berharga.
  5. Menerima setoran pembayaran dari instansi/perusahaan seperti
  6. pembayaran listrik, uang kuliah, telepon, air, dan pembayaran pajak.
  7. Melayani pembayaran seperti pembayaran gaji/pensiun pegawai dan pembayaran deviden, kupon.
  8. Menempatkan dana, meminjam dana baik dengan menggunakan surat, sarana komunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya.
  9. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga. 
  10. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek, melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat.
  11. Menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank Indonesia.
  12. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang dan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Berdasarkan usaha-usaha bank umum tersebut dapat dijelaskan bahwa bank umum dapat melakukan sebagian atau seluruh kegiatan usahanya dan masing-masing bank dapat memilih jenis usaha yang sesuai dengan keahlian dan bidang usaha yang ingin dikembangkannya. Dengan cara demikian kebutuhan masyarakat terhadap berbagai jenis jasa bank dapat dipenuhi oleh dunia 
perbankan tanpa mengabaikan prinsip kesehatan dan efisiensi.
4. Sumber Dana Bank
Sumber-sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Menurut Ismail (2010:40), dana bank yang digunakan sebagai alat untuk melakukan aktivitas usaha dapat digolongkan
menjadi tiga, yaitu :
1. Dana Sendiri
a. Modal Disetor
Modal disetor merupakan dana awal yang disetorkan oleh pemilik pada saat awal bank didirikan.
b. Cadangan
Yaitu sebagian dari laba yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan lainnya yang akan digunakan untuk menutup timbulnya risiko di kemudian hari.
c. Sisa Laba
Merupakan akumulasi dari keuntungan yang diperoleh oleh bank setiap tahun.
2. Dana Pinjaman
  1. Pinjaman dari Bank Lain di Dalam Negeri
  2. Pinjaman dari Bank atau Lembaga Keuangan di Luar Negeri
  3. Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
3. Dana Pihak Ketiga
a. Simpanan Giro
Simpanan giro merupakan simpanan yang diperoleh dari masyarakat atau pihak ketiga yang sifat penarikannya adalah dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan cek dan bilyet giro atau sarana perintah bayar lainnya atau pemindahbukuan.
b. Tabungan
Tabungan merupakan jenis simpanan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat tertentu sesuai perjanjian antara bank dan pihak nasabah.
c. Deposito
Deposito merupakan jenis simpanan yang penarikannya hanya dapat 
dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan antara bank dengan nasabah.
Berdasarkan sumber dana bank tersebut dapat dijelaskan bahwa dana untuk membiayai operasinya dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan dana ini tergantung bank itu sendiri apakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau lembaga lainnya. Disamping itu untuk membiayai operasinya dana dapat diperoleh dengan modal sendiri, yaitu dengan mengeluarkan atau enjual saham.
5. Pengalokasian Dana Bank
Menurut Syamsu Iskandar (2008:89), penggunaan dana bank, dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Aktiva Produktif
Penggunaan dana dalam aktiva produktif atau earning assets memiliki tujuan untuk memperoleh penghasilan bagi bank, yang berasal dari :
a. Pemberian Pinjaman
Pemberian pinjaman atau yang biasa disebut dengan kredit adalah penyediaan uang atau dana sejumlah tertentu sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui yang akan dilunasi setelah jangka waktunya berakhir. Dengan diberikannya jasa berupa pinjaman ini maka kepada nasabah (debitur) akan dikenakan biaya jasa oleh bank yaitu yang dinamakan “bunga pinjaman”
b. Penempatan Dana pada Bank Lain
Penempatan dana pada bank lain baik didalam negeri maupun diluar negeri dapat berupa : call money, deposito berjangka, deposit on call, sertifikat deposito dan tabungan. Biasanya penempatan dana pada bank lain ini dilihat dari skala prioritasnya dengan kepentingan bank sendiri dalam hal memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau likuiditasnya.
c. Surat-Surat Berharga
Penempatan dana pada surat-surat berharga dapat berupa surat-surat berharga jangka pendek atau jangka panjang baik dalam nilai rupiah maupun dalam valuta asing, seperti pembelian surat-surat berharga pasar uang dan pasar modal, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), reksa dana, saham-saham bank lain di bursa efek, dan lain-lain.
d. Penyertaan
Penyertaan adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang, baik dalam rangka pendirian, ikut serta dalam lembaga keuangan lain, penyelamatan kredit atau lainnya.
2. Aktiva Tidak Produktif
Disebut aktiva tidak produktif karena tidak dapat memberikan penghasilan bagi bank. 
Yang termasuk dalam pos-pos ini adalah :
a. Kas
Kas merupakan alat yang paling likuid dalam operasional bank yang dapat dipergunakan setiap saat untuk menunjang operasional bank.
b. Rekening Giro pada Bank Indonesia
Penempatan dana pada rekening giro Bank Indonesia dimaksudkan untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Disamping itu, rekening giro pada Bank Indonesia selain untuk transaksi kliring, dapat juga berfungsi untuk transaksi antar bank.
c. Giro pada Bank Lain 
Yaitu dana yang dimiliki yang disimpan pada rekening giro pada bank lain, baik dalam nilai rupiah maupun dalam valuta asing dari seluruh kantornya didalam negeri ataupun diluar negeri yang sewaktu-waktu dapat ditarik jika memerlukannya.
d. Aktiva Tetap dan inventaris bank 
Berdasarkan uraia di atas, penggunaan dana bank terdiri dari 2 bagian yaitu pada aktiva produktif dan aktiva tidak produktif. Aktiva produktif merupakan aktiva yang dapat menghasilkan pendapatan. Aktiva produktif adalah penanaman dana bank dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk kredit, surat berharga, penempatan dana pada bank lain, dan penyertaan. Aktiva tidak produktif merupakan aktiva yang tidak menghasilkan pendapatan yaitu dalam bentuk kas, rekening giro pada Bank Indonesia, penempatan dana pada bank lain berupa rekening giro dan aktiva tetap dan inventaris bank.
SUMBER-SUMBER :

Post Comment